X
Zionis Yahudi Telah Mengamalkan Al-Qur’an
Arsip Pribadi, Spiritual & Religi

Zionis Yahudi Telah Mengamalkan Al-Qur’an

October 26, 2016 0

“Zionis Yahudi telah berhasil mengamalkan Al Quran. Hanya satu ayat saja, yaitu ayat 14 S.Al Hasyr. Dan mereka berhasil mengalahkan kita ummat Islam, hanya dengan mengamalkan satu ayat itu saja,” Mama Ajengan Kampung membuka “sorogan” Selasa subuh ini, dengan suara serak dan maa berkaca-kaca.

Surat Al Hasyr: 14 mengisahkan kekalahan Bani israil (Yahudi) di Khaibar, Madinah, pada tahun 9 Hijrah. Di tempat itu, mereka telah membangun benteng amat kuat. Dilengkapi aneka macam alat perang. Dipenuhi perbekalan cukup untuk setahun. Tujuannya, akan menghancurkan umat Islam yang telah berhasil menaklukkan kota Mekkah, tahun 8 Hijrah.

Sebelum mereka menyerang, pasukan Islam atas perintah Nabi Muhammad Saw, dipimpin Ali bin Abi Tolib, mendahului menyerang benteng Khaibar. Ternyata hanya butuh tiga hari untuk melumpuhkan kekuatan Yahudi Khaibar, dan mengusirnya ke luar Madinah. Bahkan ke luar Jazirah Arab.

Peristiwa tragis kekalahan Yahudi di Khaibar, terus dijadikan bahan telaah oleh orang-orang Yahudi. Mengapa mereka yang punya benteng kuat, begitu mudah dikalahkan? Mereka membuka Al Quran, dan menemukan jawabannya pada Surat Al Hasyr ayat 14: “Perpercahan di antara mereka sangat kuat. Walaupun mereka tampak bersatu, sedangkan hati mereka cerai-berai.”

Maka setelah itu, Zionis Yahudi segera menyamakan gagasan dan pikiran. Mereka membentuk “Jewish Internasional Home”. Mereka mengumpulkan para intelektual, konglomerat, professional di segala bidang keahlian, dan lain-lain. Merumuskan sebuah sikap “Kita harus bersatu-padu. Dan cerai-beraikan umat Islam yang telah mempermalukan kita di Khaibar dulu, agar kita dapat mengalahkan mereka.

Mereka menciptakan aneka-macam faham yang akan dikonsumsi umat Islam. Ateisme, demokratisme, pluralisme, sekularisme, liberalisme, humanisme, kapitalisme, proletarisme, dll. Bahkan ajaran Islampun dijadikan “Islamisme”. Hanya semacam jembatan untuk melintas. Bukan sebagai “mabda” (garis perjuangan).

Prestasi dan reputasi mereka, dimulai dari memproklamasikan Negara Israel di Palestina, 14 Mei 1948. Serangan dari negara-negara Arab mudah sekali dipatahkan. Karena pasukan gabungan Liga Arab, saling bertengkar.

Bahkan pada Juni 1967, Israel mengalahkan Arab dalam “Perang Enam Hari”. Gabungan tujuh negara Arab (Mesir, Jordania, Irak, Libanon, Suriah, Arab Saudi, dan Yaman) tak berdaya. Karena mereka ber”tujuh”, melawan Israel yang ber”satu”.

Hingga saat ini, semua negara Arab dan negara berpenduduk mayoritas Islam, hancur lebur akibat pertikaian antara sesama mereka yang mengusung faham-faham buatan Zionis Yahudi tadi. Bukan membela tegaknya Islam.

Zionis Yahudi berhasil menimpakan penyakit cerai-berai kepada umat Islam. Umat Islam yang seharusnya “kal jasadil wahid” (ibarat satu tubuh), sudah terpenggal-penggal menjadi beberapa bagian tubuh yang sudah kehilangan fungsi sebagai pengibar panji-panji “kalimatullohil ulya” (ketinggian kalimat Alloh). Tak mampu lagi menunjukkan “al Islamu ya’lu wa la yu’la alaihi” (Islam itu unggul tak ada yang mengungguli). “Izzul Islam wal Muslimin” (kelinuhungan Islam dan umat Islam), tinggal slogan hampa tanpa makna nyata.

“Bahkan dalam urusan terjemahan kata “awliya” saja, menjadi “pemimpin”, “teman dekat”, “teman setia”, umat Islam ribut bertengkar. Sehingga kalimat “tahsubuhum jamian wa qulubuhum satta” pada Surat Al Hasyr: 14, yang dulu ditujukan kepada Yahudi Khaibar, kini ditujukan kepada umat Islam . Astagfirulloh. Na’udzubillah,” Mama Ajengan Kampung mengakhiri urain sorogan Selasa dengan linangan air mata.****

Penulis: Usep Romli Abdul Hamid

2

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code