X
Pemimpin, Cerminan Masyarakatnya
Sosial & Politik

Pemimpin, Cerminan Masyarakatnya

August 14, 2016 0

Masih ingat jargon: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat? Allah Mengisyaratkan dalam QS An-Nisa: 59, bahwa pemimpin suatu kaum lahir dan muncul dari kaum itu sendiri. Pemimpin merupakan cermin masyarakat yang dipimpinnya.

Dalam sejarah kepemimpinan Islam, tidak ada yang namanya demokrasi liberal seperti sekarang. Pemimpin dipilih melalui musyawarah, atau boleh dikatakan demokrasi terpimpin. Pemimpin dipilih oleh mereka-mereka yang sebut saja Dewan Syuro. Orang-orang yang duduk di dewan syuro ini adalah mereka-mereka yang akhlaknya baik, terpelajar, punya pemikiran yang baik, amanah, jujur, dan jelas jejak rekamnya di masyarakat. Bagaimana seseorang bisa masuk ke Dewan Syuro? Disitulah rakyat yang memilih. Tidak semua orang bisa dicalonkan menjadi anggota dewan syuro, karena kriteria yang ketat.

Indonesia bukan negara Islam, tetapi negara yang memiliki dasar negara Pancasila. Sila ke-4 menyebutkan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Sila ke-4 ini sangat Islami dan sesuai syariah Islam.

Sekarang banyak orang yang menentang terkait rencana pemilihan pemimpin yang tidak langsung. Sesungguhnya kalau menurut dasar negara, maka mereka dapat dikategorikan makar, karena tidak mau mengakui sila-4 Pancasila. Demokrasi liberal adalah produk politik yang didengung-dengungkan negara barat, terutama AS. Di AS sendiri, pilpres tidak dilakukan secara langsung, tapi lewat electoral vote.

Karut marut demokrasi liberal di Indonesia sekarang ini lalu ini tanggung jawab siapa? Salah siapa? Ya salah kita sendiri sebagai rakyatnya. Baca kembali jargon di atas, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Pemimpin yang amanah, akan lahir dari masyarakat yang amanah, jujur dan berakhlak mulia. Jadi mulailah dari diri sendiri untuk menjadi pemimpin diri sendiri yang baik, dan berakhlak mulia, tularkan kepada keluarga, masyarakat, dan lingkungan. Dari lingkungan yang baik tersebut akan muncul wakil yang baik, yang nantinya akan duduk memilih pemimpin yang baik.

Kang Eep, kan Indonesia bukan negara Islam? Ya benar, tetapi saya adalah muslim, kewajiban saya adalah menjalankan syariat Islam semampu saya, baru setelah itu saya akan tuntuk kepada perundangan negara, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Saya menilai, Pancasila tidak bertentangan dengan Islam. Saya kira, agama lainnya mempunyai cara yang sama dalam menentukan pemimpin.

Jadi kalau hari ini kita merasa dipimpin oleh pemimpin yang dzalim, maka berkacalah kepada diri sendiri, karena pemimpin yang muncul adalah cerminan masyarakatnya.

0

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code