X
Menyeru Kepada Kebenaran dan Kebaikan
Spiritual & Religi

Menyeru Kepada Kebenaran dan Kebaikan

August 15, 2016 0

Benar dan salah, baik dan buruk adalah pilihan. Misalnya, ada dua warung, yang satu menjual jus, yang satu menjual miras. Ada pilihan untuk menjalani hidup menikah secara benar, tetapi ada yang memilih menikah sesama jenis. 

Benar, itu adalah pilihan. Bisa jadi, kita tidak perlu turut campur dengan pilihan orang, mau minum arak, mau menjadi gay/homo/lesbian, dll. Semua kembali ke diri masing-masing, jika itu tidak baik, maka kita jangan pilih. Udah tahu haram kok.

Tetapi ingat, kehidupan kita ini bukanlah urusan sendiri-sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, makhluk interaksi. sudah barang tentu, interaksi dipengaruhi berbagai hal yang melekat pada pribadi-pribadi.

Biarlah memang, urusan orang meminum miras, urusan dia sendiri, urusan orang mau jadi gay, urusan dia sendiri. Tetapi, jika sudah ada interaksi, maka ini menjadi urusan bersama, karena, hak kebaikan, tidak bisa diganggu oleh kejahatan.

Jika kita sebagai pribadi boleh saja tidak ada urusan, tetapi beda dengan pemerintahan. Pemerintahan (ulil amri), wajib melindungi hal-hal yang baik dan benar, menurut agama, norma, moralitas, dan hukum. Sebagai pribadi, yang beragama, APAPUN AGAMANYA, menyeru kepada kebaikan dan kebenaran, adalah WAJIB. So.. keburukan biar pun itu urusan orang lain, tetapi ada kewajiban dalam diri kita untuk menyeru kepada kebenaran dan kebaikan. Tidak cukup hanya dengan sekedar mengatakan: katakan tidak pada maksiyat. Harus ada upaya mencegah keburukan dan kejahatan.

Itulah sebabnya diutus para nabi, adalah untuk menyeru kepada kebenaran dan kebaikan, konsekuensinya, ya membasmi kejahatan 🙂

Salam.. 🙂

1

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code