X
Arsip Pribadi, Inspirasi & Motivasi

Logika Terbalik

September 1, 2016 0

Seorang ibu sedang berbelanja sayuran kepada tukang sayur keliling. Ia memilih-milih kangkung.

“Berapa harga satu ikat kangkung?” Si Ibu penjual kangkung menjawab, “Seribu rupiah, saja Bu.”
Si perempuan kaya itu lalu berkata, “Tiga ikat dua ribu rupiah ya?”
“Wah, nggak dapat Bu,” jawab si ibu penjual kangkung.
“Ya udah, kalau gitu saya nggak jadi beli.”

Dengan wajah memelas, akhirnya si penjual kangkung itu berkata, “Ya sudahlah Bu, ambillah.”

Si perempuan kaya itu membeli dengan perasaan menang. Ia sangat bahagia.

Di lain waktu, ibu kaya itu makan di sebuah restoran mewah bersama keluarganya. Setelah selesai makan ia minta kwitansi pembayaran. Di sana tertulis 415 ribu. Ibu itu mengeluarkan lembaran 100 ribu sebanyak 5 lembar, kemudian memberikannya kepada pelayan restoran yang membawa kwitansi, lalu ia berpesan, “Kembaliannya ambil saja, anggap sebagai uang tips!”

Hal seperti ini sering terjadi dalam masyarakat. Banyak manusia yang merasa hebat ketika bisa menekan orang lemah, tapi melunak dan segan kepada orang yang memang sudah berpenghasilan besar juga. Kapanlah rasa kemanusiaan ini bisa mengalahkan gengsi?

Ayo kita buat gerakan tidak menawar kepada penjual-penjual sayuran atau makanan yang dijual oleh orang-orang yang lemah bila harganya masih terbilang wajar. Bantulah mereka, melalui kepedulian dan jalan ibadah kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ““Carilah (keridhaan)ku melalui orang-orang lemah di antara kalian. Karena sesungguhnya kalian diberi rizki dan ditolong dengan sebab orang-orang lemah di antara kalian.”

[HR. Abu dawud dan An-Nasai dalam Ash-Shahihah No. 779].

Sumber: WA Group

0

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code