X
Inspirasi & Motivasi, Keluarga

Istri Setia

December 16, 2016 0

Ada kisah menarik yang membuat hati saya terharu. Kemarin di RSU Garut, saat observasi Bapa, Mamah kami suruh pulang ke rumah. Kondisinya yang sdh sepuh membuat kami khawatir Mamah jatuh sakit kembali. Saya dan Megha yang menunggui Bapa di RS. Bapa tidak rewel, saya bantu benahi kasur, selimut, melepas celana, hingga membantu Bapa buang air sambil berbaring. Hanya sesekali kesakitan pahanya. Kemudian Bapa tidur pulas. Saya pun selepas maghrib pulang ke Bandung, Bapa ditungguin Megha.

Rupanya semalam, Mamah diantar keluarga, kembali ke RS dan memutuskan kemit di RS. Padahal kita semua sudah menyuruhnya pulang, biar Bapa ditungguin mantu kesayangannya, Megha. 🙂 Tetapi Mamah tidak mau, dan juga memaksa untuk ikut mengantar Bapa ke Bandung. Begitu ada Mamah, Bapa mulai terlihat rewel dan manja. 🙂 Layaknya anak kecil yang ingin dimanja ibunya. Menurut istri saya, Mamah tampak telaten dan melayani Bapa, padahal kondisi Mamah pun baru saja sembuh. Itulah, cinta seorang istri kepada suami. Meskipun dulu, Mamah pernah tersakiti oleh Bapa, semuanya seperti tak berbekas.

Tak sedikit lelaki yang menganggap remeh cinta seorang istri yang soleha. Lelaki seringkali tak sadar, bahwa banyak perempuan yang akan senang mencintai kita, selama ada harta dan kesenangan. Tetapi lelaki sering lupa, di usia tua nanti, hanya perempuan yang soleha dengan cinta sejatinya, yang akan tetap mendampingi dan sepenuh hati melayani. Meski istri tersebut pernah tersakiti.

Wanita soleha itu, sungguh perhiasan dunia, penyejuk jiwa.

*Ditulis sebagai status Facebook, pada tanggal 3 Desember 2014

0

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code