X
Haoer Panggoeng Race Terrein (1940)
Garut Pangirutan

Haoer Panggoeng Race Terrein (1940)

September 8, 2016 0

Meniru para pembesar Belanda, bupati-bupati di karesidenan Priangan, termasuk Garoet, sangat menyukai pacuan kuda. Dan tak ada pacuan kuda tanpa lotre. Makanya, di sini pacuan kuda lebih dikenal dengan istilah “ngadu kuda”. Saking para menaknya hobi “ngadu kuda”, kaboepaten Garoet punya arena pacuan kuda yang sangat luas, yang disebut “Haoer Panggoeng Race Terrein”.

Lihat saja potongan gambar dari foto udara koleksi Tropenmuseum ini. Di lokasi pacuan ini tampak terdapat lapangan sepakbola, yang sekarang menjadi lapangan Jayaraga. Jika diperbandingkan, maka luas pacuan kuda ini mungkin 6-7 kali lapangan sepakbola. Batas arealnya bisa jadi adalah sisi-sisi jalan Cimanuk, jalan Mayor Syamsu, jalan Terusan Pembangunan dan jalan Nusa Indah sekarang. Konon, pacuan kuda ini terluas di seantero karesidenan Priangan.

Tapi penyelenggaraan “ngadu kuda” ini jadi pesta rakyat juga. Pacuan kuda tahunan biasanya dalam rangka memperingati hari ulang tahun ratu Belanda. Ada panggung hiburan dan “pasar malem” segala. Saat itulah warga Garoet datang, tumplek, di sekitar arena “ngadu kuda” dan alun-alun, berdandan lengkap dengan pakaian baru. Konon, mereka memakai pakaian baru hanya dalam dua momen: lebaran dan pasar malem saat pacuan kuda.

Sumber: Naratas Garut

1

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code