X
Dhany Irfan: Akhirnya Berhasil, Setelah 10 Tahun Dia Tidak Menurunkan Ilmunya
Bisnis, Teknologi & Multimedia

Dhany Irfan: Akhirnya Berhasil, Setelah 10 Tahun Dia Tidak Menurunkan Ilmunya

September 10, 2017 0

Kali ini, saya akan bercerita tentang wujud sebuah alat yang secara tidak langsung membawa perubahan pada hidup saya. 

Memasuki Tahun 2007, ketika tidak banyak informasi yang bisa saya peroleh setiap waktu, saat handphone di Jepang masih kebanyakan berbentuk lipat dan media sosial besar belum lahir (berkembang pesat) seperti sekarang. Saat itu, ada keinginan menggebu untuk membuat layar yang bisa disentuh.

Menemukan Info Alat yang Dicari

Dari hasil pencarian di internet, akhirnya saya menemukan sebuah situs. Situs tersebut berisi artikel yang saya cari-cari, bahkan bayangan wujud benda yang ada di pikiran sayapun mirip dengan foto-foto yang ada di situs tersebut.

Sebenarnya, jauh sebelum kisah ini, teknologi serupa (multimedia touch screen) sudah tidak asing lagi saya temukan. Apalagi di Jepang yang sudah serba digital dan sudah serba sentuh layar sejak 2004 saya disini. Tapi rasa penasaran ingin membuat hal serupa baru muncul di tahun 2007 itu.

Inilah poto-poto perwujudan benda yang mengawali dan secara tidak langsung membawa perubahan pada hidup saya sampai sekarang ini :

Akan tetapi, di situs yang saya temukan, sipenulis (pembuat) alat ini tidak menjelaskan proses pembuatan alat sama sekali. Dia hanya menulis artikel bahwa dia sudah membuat Multimedia Touch Screen ini untuk kliennya.

Semakin penasaran dan terus mencari informasi sipembuat, akhirnya saya menemukan kontak email (yahoo) di kolom about.

Namanya tidak sesuai dengan muka .

Eep Supendi , Asal Leles Garut… dan orang kampung juga ternyata.

Hmmmm….

Pantas saja, dia bisa dengan mudahnya membuat alat kalau foto profilenya seperti ini. Pastilah dia seorang jago IT yang pinter dan mapan.

Pencarian Berlanjut Gurauan

Walaupun saya sedang butuh dan mencari informasi, tapi tidak serta merta saya langsung bertanya. Setelah akrab berbincang di Yahoo messanger, obrolan malah ngelantur kesana kemari. Mulai dari dunia gambar, animasi, membuat logo, musik tradisi, dunia foto dan banyak lagi.

Dasarnya sama-sama orang kampung, nyaris tidak banyak obrolan serius dan lebih banyak bercanda ngalér ngidul saja.

2009 saya mudik dan kami bertemu, sama-sama buka laptop sejenis (beda inci, dia lebih besar 2 inci dari saya), tapi tidak apa-apa, sesuai sama berat badannya.  Entah apa yang dilakukan dengan laptop saat itu, perasaan tidak ada yang kami lakukan sama sekali.

Lihat muka dia!!  Pose itu saat dia sedang bilang sama saya dengan nada tinggi “eeuuuh…. kan transfer data dari mac ke macmah mudah atuh… itu tinggal bikin koneksi” 

Walaupun agak sebal dengan adegan ini, tapi inilah pertama kali ilmu yang saya dapat dari dia. Saya yakin diapun tau dari orang lain .

Punya Impian yang Sama-sama Gila

Selain sama-sama orang kampung yang jauh dari kota, ternyata saya dan Eep sama-sama punya impian yang gila.

Bayangkan saja, uang tidak ada, tapi kita sudah menulis di blog masing-masing tentang mendirikan Perusahaan yang terdiri dari divisi-divisi seperti ;

  • mendirikan sanggar kesenian,

  • punya studio boneka,

  • punya radio sendiri,

  • punya studio musik sendiri,

  • punya stasion televisi sendiri,

  • punya perusahaan animasi,

  • punya prodak yang kelak bisa bermanfaat untuk orang banyak.

Bermimpi lebih baik, daripada tidak punya impian sama sekali” .

Bangun dari Mimpi-mimpi

Inilah bagian dari skenario Tuhan, dan Tuhan adalah penulis naskah dan Sutradara terbaik. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan dan tahun berganti, Tuhan membangunkan kami dari mimpi.

Musik…2011

Kami berdua kenal dengan Ivan (musisi yang punya studio kecil di rumahnya), Ketika saya dan Eep mulai membentuk grup Band di tahun 2011.

Kala itu bermodalkan semangat dan keinginan yang sama, akhirnya band yang kami bentuk langsung ke dapur rekaman dan mengeluarkan album perdana dibawah label emusic.

Studio Boneka …2011

Bagi kami, boneka memang kuno, tapi lebih menarik. Karena boneka tetap menghadirkan interaksi yang lebih nyata. Didasari kerinduan akan kehadiran boneka Si Unyil yang sempat menghiasi masa kecil, kamipun membuat studio kecil-kecilan memanfaatkan space ruangan di rumah.

Berkat Film Si Unyil – Ayam Pak Raden inilah  kemudian kami berkesempatan memenuhi undangan Direktur PFN (Perum Produksi Film Negara) yang dulu membuat serial boneka si Unyil di TV

Sepertinya nanti kisah-kisahnya harus ditulis pada artikel terpisah , kepanjangan kalau semua ditulis disini, dan intinya bukan mau cerita tentang perjalanan ini…. kita kan sedang membicarakan : “Wujud benda yang mengawali dan secara tidak langsung membawa perubahan pada hidup saya sampai sekarang ini”

Berikut saya upload saja foto-fotonya dulu (ceritanya menyusul di artikel terpisah):

Semua…. berawal dari benda ini

Tepat 10 tahun… Wujud benda dengan teknologi yang lama saya cari, dengan ilmu yang tidak pernah Eep turunkan sama saya selama ini , disaat yang sama dulu Apple tengah mempersiapkan membuat iPhone generasi 1 dengan layar sentuhnya…

kemarin…. saya buat (rakit) lalu saya kabarkan sama dia .

Ternyata, selama 10 tahun berlalu, secara tidak langsung ada banyak ilmu yang Kang Eep berikan sama saya, melebihi dari sekedar cara membuat multimedia screen touch yang saya cari selama ini.

Hatur nuhun kang , pencarian saya kemudian bertemu dengan Akang… jujur sudah merubah hidup saya sampai sekarang ini.

Semoga Tuhan membalasnya dengan impian nyata yang selama ini dicita-citakan.

Amiiin.

0

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code