X
Da’i Sahabat Masyarakat
Inspirasi & Motivasi, Pertanian, Social Life, Spiritual & Religi

Da’i Sahabat Masyarakat

July 25, 2018 0

Pada hari Selasa, 24 Juli 2018, saya diminta oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Azhar untuk memberikan pembekalan kepada Da’i Sahabat Masyarakat (Dasamas) yang nantinya akan terjun di berbagai daerah dalam program pemberdayaan masyarakat. Pembekalan kali ini durasinya selama 1 pekan. Ada pula program pembekalan selama 3 bulan, dst. Tugas utama Dasamas adalah dakwah dengan mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan masyakarat. Menarik sekali, karena selain dibekali adab-adab dakwah, ilmu pertanian, peternakan, juga dibekali ilmu fotografi, jurnalistik, media sosial, dll. Dasamas ini harus mampu menyampaikan kegiatan dan program-program dengan bahasa yang lugas dan mudah difahami masyarakat, secara beradab dan beretika, di berbagai media termasuk medsos.

Selama berkali-kali mengikuti sepak terjang program LAZ Al-Azhar, yang digawangi oleh Sigit Iko Sugondo sebagai Direktur Eksekutif, saya melihat, kekuatan utama dari LAZ Al-Azhar adalah kesiapan SDM dalam menerapkan program-program pemberdayaan. LAZ Al-Azhar merekrut dan mempersiapkan SDM (Dasamas) untuk dapat menjalan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

Zakat, sejatinya adalah untuk pengentasan kemiskinan. Dalam penyaluran zakat infaq dan sedekah (ZIS), LAZ Al-Azhar memiliki pola mengutamakan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan, porsinya hampir 80%. Sedangkan 20%-nya lagi digunakan untuk keadaan darurat, bencana alam, santunan untuk pengobatan, dan hal-hal lainnya yang memang harus dibantu secara “tunai” saat itu juga.

Buat saya sebagai pegiat dan motivator pertanian (lebih tepatnya Tukang Dongeng Pertanian alias provokator pertanian), hal yang sangat menarik dari LAZ Al-Azhar adalah Program Keluarga MAPAN DAYA SETARA (Mandiri Pangan, Berdaya, Sehat dan Sejahtera). LAZ Al-Azhar mampu mereduksi kemiskinan dan ketergantungan masyarakat kepada rentenir ribawi. Program ini kemudian ditingkatkan dari tadinya dana qordul hasan (pinjaman) bersifat sosial menjadi dana komersial melalui bagi hasil, atau akad salam, dan lain-lain, yang ditangani melalui Rumah Pembiayaan Pertanian.

Menurut saya, *SEHARUSNYA* perbankan syariahlah yang berperan seperti Rumah Pembiayaan Pertanian-nya LAZ Al Azhar. Mau pake pola pinjaman pun bisa karena punya juga dana zakat. Mau komersial pun bisa. Jika LAZ Al Azhar saja bisa, saya rasa perbankan syariah pun bisa. Tahun ini saja, melalui Rumah Pembiayaan Pertanian, tersedia stock domba untuk qurban tidak kurang dari 1000 ekor domba.

Konsep ekonomi ummat yang syariah dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kunci utamanya adalah *PENDAMPINGAN*. Masyarakat diberi pendampingan melalui Saung Ilmu, memberikan pengetahuan dasar-dasar ekonomi syariah, dan pengetahuan peningkatan kemandirian petani peternak, dll. Banyak program-program lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah kurang efektif karena hanya sekedar memberikan dana bantuan tunai, tanpa pendampingan yang komprehensif.

Secara perolehan zakat, LAZ Al-Azhar mungkin kecil dibandingkan lembaga amil zakat lainnya. Perolehan pertahun tidak lebih dari Rp40 milyar. Sedangkan lembaga lainnya ada yang mencapai Rp120 milyar dalam setahun. Namun, dari segi penyaluran dan program pemberdayaan masyarakat, LAZ Al-Azhar menjadi salah satu percontohan bagi keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Yaitu tadi, karena kekuatan SDM, baik dari mulai struktur pusat, sampai ke lapangan, dengan program dan target yang jelas.

Salam, Kang Eep
Tukang Dongeng Pertanian
Swadaya Petani Indonesia

0

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code