X
Bola Golf dan Kantung Kertas
Arsip Pribadi, Inspirasi & Motivasi

Bola Golf dan Kantung Kertas

August 31, 2016 0

Seorang pemain golf  profesional, Paul W. M Cummings, bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.

Bagaimana ia bisa lanjut memukul bola itu dengan baik? Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman.

Tetapi jika ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik.
Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi.

Apa yang harus dilakukannya?

Dia bersikap tenang… bahkan tersenyum..!

Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu.

Ketika kantong kertas itu habis terbakar dan menyisakan bola golf itu, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wuuss…  bola terpukul dan jatuh persis di dekat ‘hole’ (lobang) di lapangan hijau.

Bravo.!! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi. Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar.

Namun, pemain profesional ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

Sesungguhnya BERSAMA kesulitan itu terdapat kemudahan. Sungguh..! BERSAMA kesulitan itu terdapat kemudahan.” (QS. Al-Inshirah, 94:5-6)

Ada orang yang menganggap kesulitan atau masalah sebagai ujian atau hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu.

Ada yang mengambil resiko dengan  melakukan kesalahan (marah, menyalahkan orang lain, bahkan complain kepada Tuhan) dalam menghadapi masalah itu.  ‎

Namun, sedikit sekali yang bisa bersikap tenang dan berpikir kreatif  untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah itu hingga menggapai kemenangan.‎

‎Padahal, sejatinya, di dalam setiap masalah itu sudah terkandung solusinya.

Sumber: WA Group

1

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code