X
Audio Video Hobby, Mac & Apple, Teknologi & Multimedia

Apple Stage, The Best Presentation Show

September 10, 2016 0

Diluar produk Apple, yang tentunya akan ada perdebatan soal suka dan tidak suka dengan produk Apple, saya tertarik untuk membahas panggung presentasi Apple yang menurut saya, the best secara teknis, the best dari segi live show. Tentu saja, dulu, kemampuan presentasi Steve Jobs menjadi salah satu daya sihir, selain visual yang sangat bagus. 

Nuansa stage Apple hampir tidak pernah berubah, HITAM. Tentunya ini akan sangat membantu point of interest dari layar presentasi. Apalagi, dari tahun ke tahun, background materi presentasi Apple, hampir selalu hitam. Membuatnya nampak kontras tersendiri, apalagi minim dengan gemerlap dan warna-warninya lampu-lampu follow spot.

Saya perhatikan, layar presentasi Apple yang sangat besar, mampu menampilkan visual hitam yang sangat baik. Saya prediksi, layar yang digunakan adalah tipe gray, yang dapat menambah level hitam dan kontras dari tampilan presentasi. Kemudian proyektornya saya prediksikan adalah HD proyektor, dengan lumen tinggi, dan kemungkinan stack proyektor. Artinya, paling tidak ada dua proyektor yang ditumpuk menyorot ke layar yang sama.

Tata lampu juga sangat bagus, dimana, lampu tidak mengganggu layar presentasi, dilain pihak, Steve Jobs, Tim Cook, atau presenter lainnya tetap terlihat jelas. Bandingkan dengan yang biasa saja, ruangan digelapkan, agar layar tampak kontras, tetapi presenter pun hilang dalam kegelapan :v

Untuk voice, jelas Apple sangat mementingkan kualitas dan juga tampilan presenter. Baru saja saya menyaksikan launching produk Asus di Indonesia (Youtube), terlihat presenter menggunakan headset mic. Bayangkan, di pipi ada batang mic, dan di depan mulut ada jendolan mic. Memang, headset mic, apalagi yang tipe uni directional, sangat bagus untuk mencegah feed back. Suara yang ditangkap hanya dari depan mic/depan mulut saja.

Sedangkan presenter Apple menggunakan mic tipe clip on yang diselipkan di baju dekat dagu. Mic clip on yang disimpan di dekat kerah/dagu, posisinya kurang menguntungkan, untuk itu dibutuhkan tipe clip on kualitas tinggi dan kehebatan sound enggineer dalam mereproduksi agar suara presenter tetap bulat dan utuh, dengan minim feed back.

Soal teknis presentasi, juga sangat bagus. Sepertinya sangat langka terjadi presentasi macet, apalagi sampai BLUE SCREEN 🙂 . Pernah kalau tidak salah Steve Job gagal menampilkan suatu fitur, dan itupun ternyata terjadi karena terlalu banyak device yang nyantol ke router wifinya. :v . Pengoperasian slide juga menggunakan remote jenis radio frequency, bukan infrared lagi. Jadi tidak perlu lagi alat presentasi diarahkan ke sensor infrared.

Isi presentasi juga sangat bagus, minimalis, tapi sarat informasi, tanpa perlu banyak text dan gambar. Dikabarkan, Steve Jobs sampai beberapa kali latihan di stage yang sama, agar presentasinya sempurna. Ada yang tahu mengapa Steve Job dan presenter Apple lainya ga pernah lihat giant screen yang jadi backdrop mereka? Ah itu tidak aneh, kan di depan panggung ada layar visual presenter. Jadi ya mereka melihatnya ke sana :v.

Dulu, sewaktu saya menangani event-event presentasi seperti itu, berupaya banget menampilkan visual sebaik-baiknya, tetapi lagi-lagi, semua terbentur klien, yang pengennya murah tapi bagus tea geningan. :v

1

There are 0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

code